
MTsNegeri 7 Batang Hari menerapkan sistem reward dan punishment sebagai upaya meningkatkan kualitas kerja di lingkungan sekolah. Sistem ini bertujuan untuk memberikan penghargaan kepada guru dan pegawai yang berprestasi, serta memberikan sanksi bagi yang melanggar aturan atau tidak memenuhi standar kinerja yang telah ditetapkan. Kebijakan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh tenaga pendidik dan staf untuk bekerja lebih baik dan disiplin.
Kepala MTsNegeri 7 Batang Hari, Arpan Ependi, S.Pd.I., M.Pd.I, menyampaikan bahwa pemberian reward dan punishment sangat diperlukan untuk memperkuat kinerja guru. Menurutnya, tindakan tersebut dapat memberikan dorongan positif kepada guru dan pegawai agar lebih bersemangat dalam menjalankan tugas. "Tindakan memberikan reward dan punishment oleh kepala sekolah kepada guru sangat diperlukan untuk memberikan amplifikasi terhadap kinerja setiap guru," ujarnya pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Arpan Ependi menambahkan, tujuan utama dari penerapan sistem ini adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, motivasi, dan kinerja guru serta staf. Dengan adanya reward, guru dan pegawai yang berprestasi akan merasa dihargai atas usaha dan dedikasinya. Sementara itu, punishment diberikan sebagai bentuk konsekuensi atas pelanggaran atau kinerja yang tidak sesuai dengan harapan sekolah.
"Reward diberikan kepada majelis guru dan pegawai untuk menghargai prestasi, sedangkan punishment diberikan untuk memberikan konsekuensi atas pelanggaran atau kinerja yang tidak sesuai," jelasnya. Ia berharap, penerapan sistem ini dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendukung tercapainya tujuan madrasah.
Dengan sistem reward dan punishment, MTsNegeri 7 Batang Hari berupaya membangun budaya kerja yang profesional dan bertanggung jawab di kalangan guru dan staf. Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi lembaga pendidikan lain dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pelayanan di sekolah. (SK)
|
412x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...