
Batang Hari – Menunjukkan komitmen dan rasa cinta yang mendalam terhadap anak yatim, seluruh majelis guru beserta pegawai tata usaha Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri 7 Batang Hari menyatukan tekad dalam menyukseskan program "Lebaran Yatim dan Disabilitas". Aksi solidaritas yang bertepatan dengan momen sakral Hari Asyura (10 Muharram 1448 Hijriah) ini dirancang khusus untuk menghadirkan senyuman dan kebahagiaan di hati para siswa yang telah kehilangan orang tua.
Kegiatan yang bertajuk penuh kehangatan di madrasah ini tidak sekadar menjadi ritual seremonial, melainkan pembuktian nyata dari fungsi guru sebagai orang tua pengganti bagi para siswa di sekolah.
Keunikan dari program Lebaran Yatim di MTsNegeri 7 Batang Hari kali ini terletak pada sumber pendanaannya. Seluruh paket bantuan berupa santunan uang tunai dihimpun melalui gerakan donasi sukarela dari seluruh tenaga pendidik serta staf administrasi madrasah.
Tanpa paksaan, setiap guru dan pegawai secara sukarela menyisihkan sebagian rezeki mereka demi memastikan tidak ada satu pun siswa yatim di madrasah tersebut yang merasa kekurangan atau terabaikan di hari raya mereka merupakan wujud kasih sayang yang melampaui tugas mengajar dan melayani kebutuhan administrasi dalam keseharian.
Kepala urusan tata usaha MTsNegeri 7 Batang Hari, Ihsan, S.Ag menyampaikan rasa haru dan bangganya atas kekompakan yang ditunjukkan oleh seluruh elemen pegawai madrasah.
"Tugas kami di madrasah ini bukan sekadar mentransfer ilmu di dalam kelas, melainkan mendidik dengan hati. Seluruh majelis guru dan pegawai ingin menunjukkan secara langsung kepada anak-anak kita bahwa mereka tidak sendiri. Mereka memiliki orang tua di sini yang selalu mencintai, mendukung, dan siap mendekap mereka dalam kondisi apa pun," jelasnya.
Paket cinta yang disalurkan secara langsung oleh para guru kepada siswa binaannya meliputis antunan dana kebahagiaan berupa uang saku tunai untuk membantu kebutuhan mendesak siswa, imbuhnya.
Mengedukasi karakter melalui keteladanan merupakan langkah nyata yang ditunjukkan oleh majelis guru dan pegawai ini juga berfungsi sebagai media pembelajaran karakter (character building) secara langsung bagi siswa-siswi lainnya, bebernya.
Dengan melihat keteladanan para guru yang saling berbagi, diharapkan tumbuh rasa empati, kepedulian sosial, dan budaya gotong royong di kalangan seluruh peserta didik. Suasana haru menyelimuti ruangan saat para guru memeluk erat satu per satu anak yatim dibarengi dengan untaian doa serta kalimat penyemangat untuk keselamatan, keberkahan rezeki bagi para donatur, serta kesuksesan masa depan bagi seluruh siswa MTsNegeri 7 Batang Hari. (SK)
|
21x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...