
Batang Hari – Setiap kali kalender akademik memasuki masa pasca-ujian semester, riuh sorak kegembiraan dipastikan pecah di lapangan-lapangan MTsNegeri 7 Batang Hari melalui agenda classmeeting. Di balik fungsi utamanya sebagai penyegar pikiran (refreshing), momentum musiman ini menyimpan nilai-nilai edukasi karakter yang mendalam dan esensial bagi perkembangan holistik peserta didik.
Classmeeting tidak boleh lagi dipandang sebelah mata sebagai sekadar kegiatan formalitas pengisi kekosongan waktu menjelang pembagian rapor. Ajang ini adalah laboratorium sosial tempat siswa mempraktikkan langsung nilai-nilai kehidupan yang tidak mereka dapatkan dari lembar soal ujian.
Wakil kepala bidang kurikulum MTsNegeri 7 Batang Hari, Sari Kurnia Arisandi Ansanoor, S.S.,M.Pd.I menyebutkan kegiatan classmeeting menyeimbangkan kesehatan mental dan beban kognitif. Tekanan akademis selama pekan ujian sering kali memicu kejenuhan dan stres pada siswa. Dalam konteks ini, classmeeting hadir sebagai sarana katarsis atau pelepasan emosi yang positif.
Melalui turnamen olahraga, siswa diajak bergerak aktif secara fisik, ujarnya.
Aktivitas fisik ini secara ilmiah terbukti merangsang hormon endorfin yang mampu menurunkan tingkat stres para siswa dan majelis guru MTsNegeri 7 Batang Hari, sehingga kesehatan mental seluruh warga madrasah kembali prima sebelum mereka menerima hasil evaluasi belajar, imbuhnya.
Di lapangan classmeeting, struktur kelas melebur menjadi satu kesatuan tim yang solid. Di sinilah internalisasi nilai-nilai karakter terjadi secara organik terbentuk. Di tilik dari segi gotong royong dan merja sama, para siswa menyusun strategi, membagi peran, dan saling mendukung demi mencapai tujuan bersama, bebernya.
Selain itu sportivitas tinggi para siswa merupakan ajang belajar untuk mengakui keunggulan lawan secara lapang dada dan merayakan kemenangan tanpa merendahkan pihak lain. Resiliensi (Daya Juang) untuk melatih mental siswa untuk bangkit dari kekalahan taktis di tengah pertandingan dan tetap berjuang hingga peluit akhir berbunyi, pungkasnya.
Bagi wali kelas, momen ini juga menjadi ruang deteksi dini untuk melihat bakat-bakat terpendam siswa di bidang non-akademik, baik dalam hal kepemimpinan (leadership), komunikasi, maupun keterampilan motorik. Dan dapat
mempererat ikatan sosial warga madrasah, dimana kegiatan classmeeting secara efektif meruntuhkan sekat-sekat sosial antar-tingkatan kelas. Interaksi yang intens selama kompetisi menumbuhkan rasa kepemilikan (sense of belonging) yang kuat terhadap madrasah. Hubungan antara guru dan murid pun menjadi lebih cair namun tetap penuh rasa hormat, menciptakan iklim madrasah yang inklusif, aman, dan menyenangkan bagi ekosistem pembelajaran.
Pada akhirnya, piala dan hadiah yang dibagikan di penghujung acara hanyalah simbolis belaka. Makna sejati dari classmeeting semesteran adalah kemenangan kolektif seluruh warga madrasah dalam menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan emosional, dan kebugaran fisik. Dengan jiwa yang kembali segar, siswa siap menyongsong semester baru dengan motivasi belajar yang jauh lebih tinggi. (SK)
|
13x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Batang Hari dan Sekitarnya
Memuat tanggal...